Bunker Kaliadem – Keberadaan Gunung Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi social budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam. Namun, Gunung Merapi di Jawa Tengah terkenal begitu sakral, dan juga diselimuti kisah mistis. Salah satu kisah misteri dari gunung merapi adalah bunker di Kaliadem. Konon kabarnya, sering terdengar suara orang menangis dari dalam bunker kaliadem merapi saat sore hari. Bunker Kaliadem Jogja memiliki banyak cerita misterinya. Salah satu ceritanya adalah pernah ada seseorang yang meninggal di dalam bunker tersebut saat merapi meletus. Pasca meletusnya gunung merapi, kaliadem menjadi sebuah bunker maut yang terletak di daerah Bebeng. Menurut para pemandu wisata, hawa panas di dalam bunker belum sepenuhnya hilang.

Bunker Kaliadem – Photo by @nanaaddd

Baca juga: Paket Wisata Jogja Murah ke Bunker Kaliadem

Bunker Kaliadem Sleman Jogja merupakan salah satu tempat wisata di daerah Gunung Merapi. Dan dari tempat tersebut, anda dapat melihat keindahan Gunung Merapi dan jejak ganasnya yang diakibatkan dari letusan gunung merapi tersebut pada tahun 2006 lalu. Wisata Buker Kaliadem terletak di desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 30 km ke utara dari kota Yogyakarta. Kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan memiliki banyak sekali keindahan dan keunikan alam yang dapat dinikmati. Pemandangan alam di bunker kaliadem dipenuhi dengan warna hitam, putih, coklat, serta abu-abu dikarenakan merupakan bekas dari letusan gunung. Dedaunan dan pepohonan di sekitar tempat itu kering dan hangus. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa betapa panasnya material – material yang menghancurkan kawasan tersebut. Tetapi, setelah lebih dari sebulan, rumput sudah tampak mulai tumbuh kembali.

Setelah tertimbun selama tiga tahun oleh material letusan gunung Merapi dengan ketebalan empat meter, bunker yang berada di ruang bawah tanah ini akhirnya berhasil digali. Proses penggalian dan pencarian lokasi bunker ini memakan waktu yang sangat lama dan cukup sulit. Wajar saja, sejumlah tanda yang bisa menjadi sebuah petunjuk mengenai lokasi keberadaan bunker ini ikut hilang bersamaan dengan terjangan awan panas yang melanda daerah sekitar gunung merapi. Semuanya membutuhkan waktu selama dua hari untuk membuat rekontruksi jalan, dan selama kurang lebih 54 jam untuk melakukan pengerukan tanah menggunakan alat yang berat. Jalan yang menuju lokasi Bunker Kaliadem ini memang sudah tertimbun material merapi setebal 1,5 meter.

Bunker yang pernah memakan dua korban relawan ini, menyimpan begitu banyak jejak kedahsyatan erupsi Merapi. Seperti pintu baja bunker yang memiliki ketebalan sebesar 15 cm dan sudah berkarat, ruangan bunker yang sudah terisi berbagai material letusan merapi, serta masih terdapat beberapa bekas lapisan material merapi yang masih tersisa yang menimbun bunker tersebut. Fungsi bunker sendiri adalah sebagai tempat berlindung, bersembunyi dan menyelamatkan diri. Bunker Merapi Kaliadem yang sudah dibangun sejak zaman terjadinya penjajahan Belanda ini,juga berfungsi untuk keperluan penyelamatan warga dari letusan gunung merapi. Sayangnya, bunker kaliadem sama sekali tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya saat Gunung Merapi mengeluarkan letusannya tahun 2006 silam. Dua orang relawan yang berusaha berlindung dari awan panas yang diakibatkan letusan ditemukan telah tewas di dalam bunker tersebut. Para wisatawan yang datang berkunjung boleh masuk ke dalam bunker. Di bagian depan bunker, terdapat juga pintu besi yang bisa didorong apabila ingin masuk ke tempat tersebut.

Di dalam Bunker Kaliadem juga terdapat satu ruang lapang kecil yang jika diukur, ukurannya mungkin sama seperti ukuran ruang seminar kecil. Bentuknya seperti setengah lingkaran, dan di sana-sini tampak bekas lahar yang sudah berubah menjadi batu. Tidak ada penerangan di dalam bunker kecuali adanya sedikit cahaya. Lokasi tewasnya dua orang relawan adalah di dalam toiletnya yang sempit, dan kadang menurut cerita orang setempat, terdengar suara tangisan misterius pada sore hari. Kisah-kisah tentang Bunker Kaliadem memang cukup mengharubiru dan menyentuh hati orang yang mendengarkannya. Namun jangan lupa bahwa pemandangan alam di sekitar bunker sangatlah istimewa. Apalagi jika cuaca sedang terang, kita bisa melihat awan-awan indah di langit biru. Dari kejauhan Gunung Merapi, terdapat beberapa warung yang dapat kita kunjungiuntuk menikmati jajanan dan minuman khas merapi.

Bunker Kaliadem – Photo by @traveldetective

Untuk rute bunker kaliadem berjarak sekitar 30 km ke arah utara dari kota Yogyakarta. Hingga saat ini belum ada transportasi umum yang khusus untuk menuju tempat ini. Untuk itu disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Bagi anda yang datang dari luar kota Yogyakarta disarankan menggunakan jasa rental mobil untuk mengunjungi wisata bunder kaliadem jogja, sehingga dapat menikmati objek-objek wisata lainnya dengan mudah. Wilayah kaliadem telah ramai oleh warung-warung makan penjaja kuliner khas Kaliurang yaitu sate kelinci, tempe bacem, dan jadah. Tak jauh dari tempat tersebut, terdapat pula beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Tlogo Putri, Taman Kaliurang, dan juga Gardu Pandang Merapi.

 

Untuk menuju Bunker Kaliadem dari Kota Yogyakarta, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi melalui jalan Ring Road Utara dan terus saja ke arah utara, maka dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, anda akan sampai hingga ke gerbang masuk desa kinaherjo. Dari gerbang desa kinaherjo, ada beberapa pilihan yang dapat dipilih untuk melanjutkan perjalanan, yaitu :

  • Berjalan kaki jika kuat, namun hanya bisa sampai batas akhir Desa Kinaherjo.
  • Naik ojek motor seharga 20.000 rupiah (melalui rute napak tilas).
  • Menyewa motor trail seharga 50.000 rupiah (dapat mengunjungi hingga lokasi bunker berada).

Untuk mengunjungi destinasi bekas amukan lava Gunung merapi ini, kita dapat juga menggunakan jasa lava tour. Hanya dengan membayar mulai dari 250 ribu rupiah per jeep dan 1 jeep nya berisi maksimal 5 orang dewasa, kita sudah bisa merasakan serunya off road ke Merapi. Waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Merapi sekitar 1,5 jam. Yang pasti, kawasan gunung merapi ini menawarkan pemandangan alam yang sangat luar biasa.

Jika anda berencana mengunjungi kawasan Bunker Kaliadem, disarankan untuk selalu menggunakan masker karena debu tebal dan pasir masih bertebaran di sepanjang jalan. Apabila memilih rute napak tilas yang agak jauh, jangan lupa untuk membawa bekal minuman dan makanan kecil, ini akan membantu mengganjal perut karena penjual makanan dan minuman di lokasi tersebut masih sedikit, dan anda akan jarang menemui warung-warung penjual makanan dan minuman. Sehabis pulang dari Bunder Kaliadem, sempatkanlah diri untuk membeli souvenir yang dijajakan di tempat tersebut karena akan sangat membantu penduduk desa dalam membangun kembali kehidupannya.

Bunker Kaliadem – Photo by @abheerafdi

Baca juga: Rental Mobil Jogja Untuk Berlibur ke Bunker Kaliadem

Fasilitas yang terdapat di wilayah kaliadem adalah adanya warung-warung yang menjual makanan dan minuman ringan serta aneka souvenir bagi para pengunjung.Wisatawan yang berniat ingin bermalam di kawasan lereng Merapi untuk mengunjungi wisata Bunker Kaliadem, mereka dapat mencari penginapan murah yang berada di daerah Kaliurang yang terletak di sebelah Barat dari Bunker Kaliadem berada. Di daerah itu pula terdapat banyak warung makan penjaja kuliner yang bisa dipilih wisatawan untuk menikmati makan malam.

    rute ke banker merapi naik motor |

Comments 0

Leave a Comment