Candi Mendut, Candi Tertua Lebih Tua dari Candi Borobudur

Candi Mendut Jogja – Tiket Masuk, Fasilitas, Jam Buka, Lokasi, Rute Menuju Candi Mendut Jogja. Salah satu wisata candi yang sangat menarik di Indonesia. Indonesia memang kaya akan warisan budaya. Salah satunya adalah Candi Mendut ini. Wisata sejarah seperti candi selalu ramai pengunjung di saat liburan atau akhir pekan.

Anda bisa memilih pergi mengunjungi candi untuk menghabiskan liburan. Wisata candi terdapat dalam pilihan paket wisata Jogja yang akan Anda pilih. Jadi Anda tak perlu risau memikirkan segala sesuatu jika akan menuju tempat ini.

Wisata Candi Mendut

Sekilas Tentang Candi Mendut yang Menjadi Candi Tertua

Candi Mendut Jogja merupakan candi dengan corak Buddha yang sangat populer di Indonesia. Candi ini berada dekat dengan Candi Borobudur. Jarak antara candi ini dengan Borobudur kurang lebih sekitar 3 km. Candi Borobudur berkaitan erat dengan Candi Pawon.

Menurut sejarah, nama Mendut pada candi ini berasal dari kata Venu, Vana dan Mandira. Nama ini memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Candi ini didirikan pada periode kerajaan Dinasti Syailendra, tepatnya pada tahun 824 M. Hal tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh J.G de Casparis.

Keterangan tersebut sama persis dengan isi Prasasti Karangtengah. Prasasti ini diketahui juga tertulis pada tahun 824 M. Pada prasasti ini dijelaskan bahwa Raja Indra telah membangun sebuah bangunan suci. Bangunan suci itu diberi nama Wenuwana. Nama Wenuwana berarti hutan bambu.

Menurut de Casparis, yang dimaksud dengan Wenuwana ini adalah Candi Mendut. Jadi, berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa sejarah terbentuknya candi ini sudah dimulai sejak sebelum Candi Borobudur dibangun. Candi ini bermasa lebih lama atau lebih tua dari Candi Borobudur.

Penemuan kembali candi ini terjadi pada tahun 1836. Pada saat itu semua bagian tubuh candi telah ditemukan. Yang tidak bisa ditemukan hanyalah bagian atap candi. Kemudian candi ini mulai memperoleh perbaikan kembali pada tahun 1897 hingga tahun 1904. Proses perbaikan ini dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Proses perbaikan tersebut memperoleh hasil yang memuaskan. Perbaikan itu berhasil mengembalikan bagian kaki dan tubuh candi yang awalnya rusak. Meskipun proses perbaikan ini termasuk perbaikan yang berhasil, namun ternyata masih terdapat beberapa bagian candi yang belum diperbaiki.

Setelah itu, proses perbaikan tahan kedua pun dilakukan. Perbaikan ini dilakukan untuk menyempurnakan perbaikan yang sebelumnya. Pada tahap kedua ini, yang diperbaiki adalah atap, puncak atau candi dan dipasangnya stupa. Pemimpin proses perbaikan ini adalah Van Erp. Hal ini dilakukan 4 tahun kemudian dari proses perbaikan tahap pertama.

Bangunan candi ini memiliki bentuk persegi. Tingginya kira-kira sekitar 26,4 m. Bagian tubuh candi memiliki tinggi 2 m. Bagian permukaan candinya memiliki selasar yang cukup lebar. Pada bagian dinding candi ini ada sekitar 31 jumlah panel yang khusus menampilkan relief cerita dalam jumlah yang tak sedikit.

Candi ini memiliki ciri khas berupa adanya pahatan bunga pada dinding candi. Selain itu, ada juga saluran pembuangan air dari selasar di sepanjang dinding candi. Saluran air ini biasa disebut dengan Jaladwara. Jaladwara tidak hanya terdapat di tempat wisata candi ini, namun juga banyak terdapat di candi lain yang berada di daerah Jawa Tengah.

Relief yang terdapat pada candi ini mempunyai corak yang khas. Relief yang terdapat di candi ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Relief Kuwera dan Hariti

Kuwera dan Hariti digambarkan sebagai sepasang suami istri. Pasangan ini dikisahkan merupakan raksasa yang bertobat setelah bertemu dengan Sang Buddha. Relief ini terukir di dinding bagian utara bilik penampil. Relief Kuwera dan Hariti tidak hanya terdapat di candi ini, tetapi juga terdapat pada Candi Kalasan, Candi Banyunibo dan Candi Sewu.

  • Relief Bodhisattva Avalokitesvara

Relief ini berisi tentang keterangan kehidupan yang dijalani Buddha. Relief ini menggambarkan Buddha sedang duduk di atas singgasana yang terbuat dari bunga padma.

  • Relief Bodhisatwa

Relief ini menampilkan Buddha sedang memakai pakaian kebesaran raja. Dalam gambar ini Buddha ditunjukkan memiliki sinar dewa. Sinar dewa yang terpancar ini berasal dari kepalanya. Relief ini terletak di sebelah timur dinding candi.

  • Relief Dewi Tara

Relief ini menampilkan sosok Dewi Tara sedang duduk di atas singgasana bersama dua orang laki-laki di sebelah kanan dan kirinya. Relief ini berada di bagian sebelah utara candi.

Lokasi Candi Mendut Jogja

Lokasi Candi Mendut tepatnya beralamatkan di Jalan Mayor Kusen Magelang Sumberrejo Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi candi ini berada di dekat Candi Borobudur. Karena berada dekat dengan Candi Borobudur, maka candi ini cukup jauh dari pusat kota Jogja. Akses menuju candi  ini harus melewati jalan yang berbelok belok.

Rute Menuju Candi Mendut Jogja

Rute Candi Mendut dari pusat kota Jogja sekitar 39 km. Waktu yang harus ditempuh kendaraan bermotor dari pusat kota Jogja menuju tempat ini adalah sekitar 1 jam 7 menit. Meskipun jalan yang harus dilalui berbelok-belok, rute yang harus ditempuh cukup mudah untuk dicapai.

Anda dapat mengambil rute dari pusat kota Jogja menuju ke barat – Jl. KH Ahmad Dahlan – Jl. Wates – perempatan lurus – Jl. Patukan – lurus terus – belok kanan – Jl. Sidoarum bantulan – pertigaan ke barat – Jl. Bibis – lurus terus – perempatan ke utara – Jl. Sembuh Wetan – pertigaan ke barat – Jl. Godean – lurus terus – perempatan ke utara – Jl. Gedongan tempel – pertigaan ke barat – Jl. Daratan 3 – lurus terus – pertigaan belok kanan lalu belok kiri – pertigaan ke kiri – pertigaan belok ke kanan – Jl. Raya Banjararum – perempatan ke kanan – Jl. Nanggulan Mendut – jalan terus maka anda sampai tujuan.

Fasilitas di Candi Mendut Jogja

Fasilitas Candi Mendut diantaranya adalah area parkir, warung makanan minuman dan toilet/kamar mandi. Fasilitasnya memang belum cukup banyak, tetapi cukup memenuhi kebutuhan pengunjung.

[artikel number=3 tag=”paket-wisata-candi-jogja” ]

Jam Buka Candi Mendut Jogja

Jam buka Candi Mendut dimulai dari pukul 07.00 – pukul 19.00. Wisata ini buka setiap hari Senin – Minggu. Anda akan menemukan pengunjung ramai pada hari libur atau akhir pekan. Jadi pilihlah waktu yang tepat sesuai dengan keinginan Anda.

Harga Tiket Masuk Candi Mendut Jogja

Harga Tiket Masuk Candi Mendut sangatlah murah, yaitu Rp 10.000 per orang. Untuk biaya parkir kendaraan pribadi sepeda motor sebesar Rp 2.000, sedangkan untuk mobil sebesar Rp5.000. Harga ini sangatlah terjangkau dan sangat cocok bagi Anda yang tidak ingin menghabiskan banyak biaya hanya untuk liburan.

Liburan memang diperlukan untuk menyegarkan pikiran Anda yang dipenuhi aktivitas padat setiap hari. Dengan mengunjungi wisata candi Anda tidak hanya berlibur menyegarkan pikiran, akan tetapi Anda juga bisa menambah pengetahuan mengenai sejarah budaya bangsa Indonesia. Anda bisa memilih paket tour Jogja untuk menemani liburan Anda.

Sudah Wisata di Candi Mendut ?

Kalau sudah berikan rating review dibawah ini dengan klik tombol bintang dibawah ini

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *