Candi Pawon, Candi Tempat Penyimpanan Senjata pada Zaman Dahulu

Candi Pawon Jogja – Tiket masuk, Fasilitas, Jam Buka, Lokasi, Rute Menuju Candi Pawon. Candi Pawon dibangun menggunakan batu andesit sebagai salah satu materialnya. Batuan ini berbentuk segi empat, bangunan dihias dengan corak bangunan Hindu Jawa yang bercampur dengan seni India. Pengunjung bisa melihat hal ini ketika berkunjung langsung, dimana bentuk tubuh candi  yang lebih ramping, bisa dilihat langsung dengan paket wisata Jogja 2 hari 1 malam.

Wisata Candi Pawon

Asal Nama Candi Pawon

Sebenarnya Candi Pawon  memiliki nama lain yaitu candi  Bajralanan, dimana kata ini berasal dari dua kata yaitu  kata vajra yang bermakna halilintar dalam bahasa Sanskerta, dan kata anala yang artinya api. Awalnya candi ini difungsikan sebagai lokasi untuk pemujaan di tahun 8 M hingga 9 M.

Alasan mengapa nama tersebut diberikan untuk candi ini tentunya tak lepas dari apa yang diyakini oleh masyarakat setempat. Bahkan ada juga peneliti yang percaya bahwa dulunya candi ini digunakan untuk menyimpan senjata Dewa Indra, Vajralana.

Asal kata pawon masyarakat sekitar menyebutnya berasal dari perbendaharaan Jawa yang artinya dapur. Namun pendapat J.G de Casparis menyebutkan bahwa asal kata pawon dari perbendaharaan Jawa Kuna, yaitu pa artinya tempat dan awu artinya abu.  Shingga kata pawon bermakna tempat perabuan.

Candi ini berbeda dengan candi lainnya sebab candi ini memiliki ventilasi, tidak tertutup rapat. Karena lokasinya diantara dua candi lain yaitu Candi Borobudur dan Candi Mendut maka ketika berkunjung ke candi ini, sempatkan juga untuk berkunjung ke Candi Borobudur dan Candi Mendut.

Berdekatan dengan Candi Lain

Candi  ini letaknya masih dalam satu garis lurus dengan Candi Borobudur serta Candi Mendut. Dimana Candi Pawon  berada di antara kedua candi tersebut, sekitar 1 km ke arah barat dari Candi Mendut, sedangkan dari candi Borobudur sekitar 2 km arah timur laut.

Namun, jika dilihat dari luarnya, candi ini tidak lebih besar dari Candi Mendut dan juga tidak semegah candi Borobudur. Tetapi Candi Pawon  bisa dikatakan hampir sama dengan Candi Ngawen.

Candi dengan latar belakang agam Budha ini bisa diketahui dari stupa yang dimilikinya, ada stupa utama dan ada stupa kecil. Uniknya candi ini tidak ditemukan adanya archa Budha. Bangunan candi hanya satu tanpa ada candi pendamping lainnya. Pengunjung bisa masuk ke bagian dalam candi dengan pintu masuk yang menghadap ke barat.

Karakteristik Candi

Namun jika dilihat dari relief yang dimiliki candi ini, pahatannya memiliki kesamaan dengan Candi Mendut ataupun Candi Borobudur. Terdapat lubang angin di bangunan candi, hal ini menjadi penguat pendapat Epigrafi, bahwa  dulunya candi ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan abu Raja Pertama Wangsa Syailendra.

Bangunan  candi menghadap ke barat yang didesain dengan 3 bagian yaitu tubuh, atap dan batur. Pahatan khas corak Budha bisa dilihat di dinding candi. Selanjutnya juga ada hiasan di  bagian anak tangga seperti relief kepala naga, juga ada hiasan Makara serta pahatan kali yang bisa ditemukan di pintu masuk candi ini.

Uniknya, relief yang dimiliki candi hanya berupa simbol, tidak ada dalam bentuk kisah seperti candi yang lainnya. Selanjutnya jika pengunjung berjalan ke luar candi, akan menemukan beberapa pahatan pohon Kalpataru yang berada diantara Mahkluk Kinara Kinari yang merupakan makhluk yang memiliki tubuh seperti burung tetapi kepalanya manusia.

Selanjutnya di bagian depan candi ada pahatan Kuwera dengan posisi tegak. Terdapat pahatan kumuda diantara  kedua lubang ventilasi. Sementara itu, terdapat lukisan tahun perbaikan candi tahun 1904 di bagian sebelah kiri Kalamakara.

Sedangkan di setiap sisi atap candi, pengunjung bisa melihat stupa utama dan stupa kecil. Semua relief yang dimiliki candi tidak ada di bagian  dalam namun semuanya di dinding luar candi. Sedangkan bagian dalam candi hanyalah ruang kosong tanpa ada arca ataupun hiasan dinding.

Lokasi Candi Pawon

Lokasi Candi Pawon di  Dusun 1, Brojonalan, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Perlu diketahui, jarak antara candi dengan pusat kota sangat jauh luring lebih 37,7 km. sehingga waktu yang yang harus ditempuh agar bisa tiba di lokasi candi ini pun lama kurang lebih sekitar 1 jam 7 menit.

Rute Menuju Candi Pawon

Bagaimana dengan rute Candi Pawon? Agar bisa tiba di lokasi candi, maka berikut rute yang bisa ditempuh oleh pengunjung. lokasi candi ini terbilang cukup tersembunyi diantara rumah masyarakat sekitar, shingga mungkin membutuhkan lebih banyak tenaga agar bisa menemukannya.

Pengunjung mengambil jalan  dari pusat Kota Yogyakarta ke barat dengan melewati jalan KH Ahmad Dahlan hingga tiba di pertigaan. Kemudian pilih jalur ke utara melalui jalan Bhayangkara kemudian lurus terus  dan belok kiri.

[artikel number=3 tag=”paket-wisata-candi-jogja” ]

Lewati jalan Jogonegaraan hingga bertemu lagi dengan perempatan ke barat melalui jalan Kemetiran Kidul. Selanjutnya ambil jalan lurus bertemu lagi dengan perempatan ke utara melalui jalan Letjen Suprapto kemudian lurus terus. Setelah bertemu pertigaan ke kanan melewati jalan Tentara Rakyat Mataram, kemudian ikuti jalan melewati Jalan Magelanng kemudian jalan Semarang-Yogyakarta.

Selanjutnya ada perempatan ke kanan, menuju Jalan Sendangsono melewati jalan Mayor kusen. Belok ke barat melewati Jalan Jenderal Sudirman, terus ikuti jalan hingga menjumpai tulisan Candi Pawon.

Pengunjung yang ingin berkunjung dari arah Timur misalnya dari Temanggung atau dari Boyolali, maka bisa menggunakan angkutan umum yang siap mengantarkan penumpang sampai di lokasi yang dituju. Tetapi, kekurangannya, waktu yang akan dihabiskan lebih lama daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Fasilitas Candi Pawon Memadai

Fasilitas Candi Pawon belum terlalu lengkap, yang tersedia diantaranya ada area parkir. Terdapat juga kamar mandi serta warung makan dan minum. Jika pengunjung lapar atau haus, dapat membeli minuman dan makanan di warung ini. Menu ditawarkan dengan harga terjangkau yang dikelola oleh masyarakat sekitar.

Fasilitas lain pengunjung bisa dengan leluasa menikmati keindahan panorama alam di sekitar candi ini. Pengunjung juga bisa bersepeda serta belanja souvenir di toko yang tersedia. Banyak spot foto yang bagus untuk diabadikan sehingga jika berkunjung jangan lupa bawa kamera yang bagus.

 Pengunjung bisa menikmati swafoto di area  sekitar candi dengan pemandangan rumput hijau yang indah. Memotret candi dari berbagai sudut juga menjadi aktivitas yang tak kalah menyenangkan.

Harga Tiket Masuk dan Biaya Parkir

Pengunjung untuk masuk ke lokasi wisata Candi Pawon ini diwajibkan membayar tiket masuk dengan harga yang terjangkau. Setiap individu untuk pengunjung domestic yang datang berkunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan untuk wisatawan asing wajib membayar tiket masuk sebesar Rp 20 ribu.

Sementara itu, untuk biaya parkir juga sangat murah, hanya Rp 2 ribu untuk pengunjung yang membawa kendaraan bermotor. Sedangkan untuk pengunjung yang datang dengan mobil  maka harga parkir sedikit lebih tinggi yaitu Rp 5 ribu.

Nah, inilah Candi Pawon yang diapit oleh dua Candi, penasaran ingin melihat langsung, gunakan paket wisata Jogja 2 hari 1 malam murah agar lebih hemat.

Sudah Wisata di Candi Pawon ?

Kalau sudah berikan rating review dibawah ini dengan klik tombol bintang dibawah ini

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *