Uniknya Relief Bodhisatwa di Candi Sari Jogja

Candi Sari – Salah satu candi yang dapat dijadikan referensi tempat wisata menarik dan populer adalah Candi Sari yang jaraknya hanya kurang lebih 10 meter dari kota Jogja. Candi yang dibangun pada abad ke 8 Masehi. Dimana pada masa tersebut pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, bersamaan dengan masa pembangunan Candi Kalasan. Kedua candi tersebut memang memiliki banyak kemiripan dari segi arsitektur hingga reliefnya. Lokasi Candi Sari tepatnya berada di Desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Candi Sari – Photo by @inkasugiono

Baca juga: Paket Wisata Jogja Murah ke Candi Sari

Dari sisi sijarah bangunan Candi tersebut dibuat sebagai bangunan suci untuk memuja Dewi Tara karena kepercayaan saat itu masih menyembah kepada Dewa dan Dewi. Selain itu dibangunnya Candi Sari pun juga berfungsi sebagai Asrama bagi para pendeta Budha. Fungsinya sebagai asrama tersebuy dapat terlihat dari bentuk keseluruhan dan bagian-bagian bangunan serta bagian dalamnya. Dapat disimpulkan juga bahwa candi ini merupakan bangunan agama Buddh yang terlihat dari stupa yang terdapat dibagian puncaknya.

Ketika Candi Sari ditemukan pada awal abad ke-20 kondisinya dalam keadaan rusak berat. Renovasi dan pemugaran diilaksanakan pertama kali antara tahun 1929-1930. Akan tetapi dalam proses tersebut kurang maksimal sebab tidak berhasil mengembalikan keutuhan bangunan aslinya. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya bagian candi yang hilang. Faktor lainnya juga ketika ditemukan pertama kali terrdapat bagian-bagian bangunan yang sudah rusak akibat termakan usia terutama yang tidak terbuat dari batu.

Candi Sari – Photo by @adityarevianur

Candi Sari yang saat ini dijadikan tempat wisata posisinya tidak jauh dari Candi. Dimana candi tersebut adalah bagian-bagian saja dari kumpulan candi yang hilang. Candi Sari berbentuk persegi panjang, dengan ukuran 17,30 x 10 meter. Tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah sampai puncak stupa adalah 17 – 18 meter. Gerbang candi, yang lebarnya kira-kira sepertiga lebar dinding depan dan tingginya separuh dari tinggi dinding candi, sudah tak ada lagi. Yang tersisa hingga dijadikan tempat wisata adalah bekas tempat bertemunya dinding pintu gerbang dengan dinding depan.

 

[artikel number=3 tag=”wisata-jogja” ]

Menurut Ahli bangunan Aslinya Candi tersebut merupakan bangunan bertingkat dua atau bahkan tiga. Lantai atas dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan, sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti belajar-mengajar, berdiskusi, dsb. Tembok candi ini juga dilapisi dengan vajralepa (brajalepa), lapisan pelindung yang juga didapati di dinding-dinding Candi Kalasan.

Dibagian luar dapat terlihat bahwa tubuh candi terbagi menjadi dua tingkat, yaitu dengan adanya dinding yang menonjol melintang seperti “sabuk” mengelilingi bagian tengah tubuh candi. Pembagian tersebut diperjelas dengan adanya tiang-tiang rata di sepanjang dinding tingkat bawah dan relung-relung bertiang di sepanjang dinding tingkat atas. Relung-relung di sepanjang dinding luar candi tersebut baik di tingkat bawah maupun atas, saat ini dalam keadaan kosong.

Candi Sari – Photo by @abcdezebra

Baca juga: Rental Mobil Jogja Untuk Berlibur ke Candi Sari

Untuk wisatawan yang menelusuri mulai dari ambang pintu akan terlihat pada bagian jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan wanita dengan posisi berdiri memegang teratai. Jumlah arca secara keseluruhan adalah 36 buah, terdiri dari 8 arca di dinding depan (timur), 8 arca di dinding utara, 8 arca didinding bagian selatan. Hal tersebut menunjukkan sebuah keadilan pada pemerintahan yang dipimpin. Rute menuju Candi Sari juga sangat mudah untuk dilalui.

Jadi selain dari aspek nilai sejarah, pengunjung yang datang juga menikmati objek candi sari jogja dan bagian candi lain disekitarnya. Dengan harga tiket masuk Candi Sari yang cukup terjangkau membuat taman wisata candi Sari menjadi tempat yang direferensikan untuk berlibur bersama keuarga.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.