Mengejar Matahari Terbit di Gunung Ireng

Gunung Ireng – Salah satu tempat wisata terbaik di Jogja untuk menikmati pemandangan matahari yang terbit adalah Gunung Ireng yang berada di wilayah Gunungkidul Yogyakarta. Menurut legenda yang beredar, bukit di Gunung Ireng tercipta karena adanya amarah dari sang pendekar bernama Bratasena karena merasa diganggu oleh sekumpulan monyet berkeliaran di sekitar puncak Gunung Merapi.

Gunung Ireng – Photo by @romeography

Baca juga: Paket Wisata Jogja Murah ke Gunung Ireng

Gunung Ireng berada di kawasan Pengkok, Patuk Gunungkidul. Untuk menuju lokasi Gunung Ireng terdapat jalanan setapak aspal yang dibangun. Namun, apabila musim hujan tiba, jalanan aspal tersebut akan berubah menjadi jalanan bebatuan yang licin. Hal tersebut bisa menyulitkan para wisatawan yang datang menggunakan motor pribadi karena licinnya medan jalan tersebut.

Gunung Ireng sebenarnya hanyalah berupa bukit dengan bebatuan kecil dan puncaknya yang gundul. Puncak ini merupakan sebuah titik tertinggi dari Dusun Srumbung. Dan merupakan tempat yang paling pas untuk menikmati pemandangan matahari terbit di daerah Jogja. Maka dari itu, tempat wisata ini sangat direkomendasikan bagi anda para pemburu sunrise.

Gunung Ireng – Photo by @faisalmahbubi

Barisan perbukitan kapur dari bukit ini terlihat indah ditambah dengan luasnya beberapa petak sawah yang hijau. Serta kabut tipis yang mengelilingi bukit tersebut menjadikan Gunung Ireng sebagai lokasi wisata perbukitan yang eksotis untuk dilihat. Suasana tersebut dapat membuat para wisatawan yang berada di atas bukit menjadi terasa seperti berada di atas puncak gunung yang tinggi.

 

[artikel number=3 tag=”wisata-jogja” ]

Di sekitar bukit terdapat beberapa gazebo yang dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi para pengunjung yang lelah menjelajahi alam. Selain itu, lokasi wisata ini terkenal dengan mitos-mitos terdahulunya yaitu Raden Bratasena yang marah terhadap kumpulan monyet-monyet yang bermain dengan asyik di atas gunung Merapi.

Saking marahnya Raden Bratasena, ia melancarkan tendangannya untuk menendang monyet-monyet tersebut, namun tendangannya meleset dan mengenai bebatuan besar puncak gunung merapi. Menurut cerita tersebut, bebatuan yang ditendang oleh Raden Bratasena akhirnya terbang hingga mencapai Gunungkidul dan bertumpuk hingga menjadi Gunung Ireng yang dikenal oleh para warga di sini.

Gunung Ireng – Photo by @gezt_rock

Baca juga: Rental Mobil Jogja Untuk Berlibur ke Gunung Ireng

Gunung Ireng telah menjadi lokasi wisata favorit bagi para wisatawan alam dan juga para traveler Jogja untuk menikmati keindahan fajar. Terkadang, beberapa dari mereka sampai ada yang mendirikan tenda agar bisa lebih berlama-lama untuk menikmati pemandangan tersebut. Namun, jika anda bermaksud mengunjungi wilayah ini, janganlah lupa untuk selalu menjaga kebersihannya.

Dari sisi pakar geologi, Gunung Ireng diperkirakan merupakan bagian dari gunung api purba yang meletus sekitar 5 hingga 23 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa letusan gunung tersebut akhirnya membentuk bebatuan vulkanis dan jadilah Gunung Ireng.

Gunung Ireng buka setiap harinya pada jam berapa saja. Untuk memasuki kawasan ini, anda perlu membayar biaya harga tiket masuk Gunung Ireng sebesar 3000 rupiah per orang dan juga parkir kendaraan motor sebesar 2000 rupiah.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.