Jika Anda sedang berwisata ke Malang dan mencari destinasi wisata yang sedikit nyeleneh dari biasanya, Anda bisa berkunjung ke destinasi wisata bersejarah semi mistis, salah satunya Pesarean Gunung Kawi. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, destinasi ini terkenal sebagai tempat pesugihan maupun mencari jodoh. Oleh karenanya tidak heran Anda akan mencium aroma kemenyan saat orang-orang sedang memanjatkan doa di tempat ini.

Apakah Anda penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang destinasi wisata bersejarah yang mistis ini? Jika iya, simak selengkapnya informasi tentang lokasi, rute, fasilitas, tiket masuk hingga sejarah Pesarean Gunung Kawi.

Sejarah Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung Kawi 3

Sejarah Pesarean Gunung Kawi bermula dari kisah dua sahabat pengawal Pangeran Diponegoro. Pasca penangkapan Pangeran Diponegoro karena tipu daya Belanda, salah satu sahabatnya yang bernama Eyang Jugo, memutuskan untuk mengembara ke Jawa Timur.

Berbeda dari perjuangan sebelumnya, Eyang Jugo melanjutkan perjuangannya melalui jalan dakwah atau syiar agama. Saat tiba di Kesamben, ia pun beristirahat di persawahan. Dikala beristirahat, ia mendengar bahwa di desa tersebut ada wabah penyakit. Eyang Jugo yang terkenal memiliki kemampuan menyembuhkan tersebut kemudian berhasil menolong sebagian besar warga sekitar.

Berkat jasanya tersebut, ia dihadiahi persawahan dan diminta untuk menetap. Akhirnya Eyang Jugo memilih untuk menetap sambil mendirikan padepokan. Tak lama pasca menetap, kawan seperjuangannya yang lain bernama Iman Soedjono pun menyusul dan membantu mendirikan padepokan tersebut.

Iman Soedjono diketahui merupakan salah satu keturunan ningrat dari Hamengkubuwono I yang memilih lengser demi melanjutkan perjuangannya melawan penjajah Belanda. Setelah beberapa waktu berlalu, Iman Soedjono diminta pindah ke Malang untuk mendirikan pasarean di dekat Gunung Kawi. 

Pasca meninggalnya dua tokoh tersebut, kompleks Pesarean Gunung Kawi menjadi terkenal untuk diziarahi. Bahkan pasarean ini juga terkenal menjadi tempat pesugihan atau berdoa untuk mencari jodoh.

Nah, jika Anda ingin melakukan ziarah ke Pesarean Gunung Kawi ini namun tidak memiliki transportasi atau malas mengurus berbagai akomodasi, Anda bisa memanfaatkan layanan paket wisata Malang dari Niagatour ya!

Baca juga: Gunung Widodaren, Spot Baru dengan Pemandangan Elok di Bromo

Lokasi Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung Kawi 1

Lokasi Pesarean Gunung Kawi berada di Jl. Pesarean, RT.9/RW.05, Sumbersari, Wonosari, Kec. Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.  Mengingat lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, waktu perjalanan Anda akan cukup lama. Namun tenang saja, kelelahan Anda akan sirna begitu melihat keindahan alam di sekitar Gunung Kawi nantinya.

Pesarean ini juga sangat dekat dengan destinasi wisata lainnya seperti Pemandian Selo Agung, Kolam Renang Umbulan, Puncak Bukit Seni, Alun alun Sanggrahan Ampelgading dan masih banyak lainnya. Nah, jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini tapi malas menyetir, Anda bisa memanfaatkan layanan sewa mobil Malang dari Niagatour ya!

Rute Pesarean Gunung Kawi

Rute menuju pesarean ini bisa Anda mulai dari pusat kota Malang. Perjalanan ini menempuh jarak 30 km dengan estimasi waktu satu jam. Pertama, Ambil Jl. J.A. Suprapto 1 ke Jl. Gempol – Raya Malang/Jl. Jaksa Agung Suprapto/Jl. Raya Lawang – Malang/Jl. Raya Surabaya – Malang. Tetap di Jl. Gempol – Raya Malang/Jl. Raya Lawang – Malang/Jl. Raya Surabaya – Malang. Ambil Jl. Arif Margono dan Jl. S. Supriadi ke Jl. Klayatan Gg. 3 di Bandungrejosari. Ambil Jl. Pelabuhan Ketapang, Jl. Raya Sidorahayu, Jl. Parangargo, Jl. Raya Gondowangi, … dan Jl. Pinus ke Jl. Pesarean di Sumbersari maka Anda akan tiba di tujuan. 

Baca juga: 8 Wisata Gunung Bromo yang Seru dan Populer, Jangan Lewatkan

Tiket Masuk Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung Kawi 2

Tiket Masuk Pesarean Gunung Kawi tidak ada, alisa gratis. Sebab pada dasarnya pesarean merupakan ziarah makam, sehingga siapapun boleh hadir untuk berziarah ke makam sahabat Pangeran Diponegoro tersebut.

Baca juga: Pura Luhur Poten Gunung Bromo, Pusat Ritual di Padang Pasir

Jam Buka Pesarean 

Jam Buka Pesarean Gunung Kawi dibagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama, pukul 07.00 WIB hingga 10.30 WIB. Kloter Kedua, pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB. Terakhir, pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB. Pasarean ini juga buka setiap hari sehingga Anda bisa datang kapanpun.

Baca juga: Legenda Gunung Batok: Kisah Cinta Segitiga Hingga Pendakian

Fasilitas yang Tersedia

Ada berbagai fasilitas yang tersedia di daerah pesarean ini. Mulai dari fasilitas umum seperti toilet, mushola, parkiran, tempat berdoa, pendopo istirahat dan masih banyak lainnya.

Baca juga: 

Demikianlah informasi tentang tiket masuk, jam buka, lokasi, fasilitas, rute, hingga sejarah Pesarean Gunung Kawi. Meski terkenal karena kesan mistisnya yang unik, pasarean ini memiliki nilai sejarah yang kuat sehingga cocok dijadikan destinasi wisata yang edukatif. Nah, jika Anda ingin berkunjung ke Pesarean ini, jangan lupa manfaatkan layanan paket wisata Malang dari Niagatour ya!