Tugu Jogja – Setiap kota besar di Indonesia hampir semua memiliki tugu. Tugu adalah salah satu penanda pusat kota dan konsep ini diturunkan sejak masa kolonialisme Belanda. Sebagai salah satu kota besar sekaligus provinsi yang padat di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki tugu. Tugu tersebut dinamai Tugu Jogja dan hingga kini menjadi salah satu bangunan kebanggaan masyarakat.

Tugu Jogja – Photo by @ryansaf99

Baca juga: Paket Wisata Jogja Murah ke Tugu Jogja

Loaksi Tugu Jogja

Lokasi Tugu Jogja adalah di pusat kota yaitu Jalan Jendral Sudirman, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233. Tugu ini berwarna putih dan menjulang tinggi di tengah hiruk pikuk kota yang semakin maju tetapi tetap berbudaya. Pada siang maupun malam hari lokasinya sangat instagramable bagi para wisatawan yang ini berfoto. Tidak heran, pergi ke objek wisata yang satu ini bisa dilakukan mulai pagi sampai petang.

Tugu Jogja memiliki nama Tugu Golong – Gilig pada zaman dahulu. Bangunan yang dibuat oleh Sri Sultan Hamengkubuwana I atau pendiri Kraton Yogyakarta ini menjadi perwakilan dari kota dengan segala simbol – simbol sifat yang ada di dalamnya. Jika melewati Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo maka tugu tersebut akan bisa terlihat pada bagian perempatan. Menurut ahli sejarah, bangunan ini memiliki hubungan magis Laut Selatan, dan Gunung Merapi.

 

Jadi, bisa dikatakan bahwa bangunan tersebut memang sangat penting bagi kota karena menandakan satu garis lurus dengan objek wisata alam Jogja yang juga dianggap penting bagi masyarakat. Nama lain objek wisata fotografi ini adalah Tugu Pal Putih. Hal ini didasari oleh catnya yang memang selalu putih sejak tahun 1755 an. Sebagai sebuah simbol kota, bangunan tersebut sangat dihargai oleh rakyat sebagai landmark. Selain posisinya, bentuk dari Tugu Jogja juga sangat menarik karena didesain berbeda dari tugu di daerah lain.

Harga Tiket Masuk Tugu Jogja

Untuk Harga tiket masuk Tugu Jogja tidak ada harganya, karena tempat ini tidak memiliki ruangan seperti halnya monas. Dulu, tugu ini tingginya mencapai 25 meter. Tetapi sejak terjadi gempa tahun 1867 tingginya dikurangi menjadi 15 meter saja. Hal ini dilakukan untuk memperkecil kemungkinan jatuhnya tugu ke tempat lain atau menimpa warga apabila di kemudian hari terjadi gempa serupa.

Meskipun mengalami banyak perubahan, tetapi objek wisata ini tidak kehilangan esensinya sejak dibangun dengan slogan Manunggaling Kawula Gusti. Keutuhan dan persatuan warga Jogja dalam memerangi pemerintah kolonial Belanda sangat erat dilambangkan dari tugu tersebut. Tidak heran, warga Jogja sangat menghormati eksistensi tempat dan bangunan tersebut sebagai sesuatu yang spesial serta tidak tergantikan.

Tugu Jogja – PHoto by @enu_prakoso

Baca juga: Rental Mobil Jogja Untuk Berlibur ke Tugu Jogja

Rute Menuju Tugu Jogja

Hingga saat ini, rute menuju Tugu Jogja sangat mudah dilalui karena lokasinya yang berada di area pusat kota. Tidak hanya mudah, tetapi hingga malam hari tempat ini juga masih ramai dan aman sehingga para traveler bisa memanfaatkan waktu kapanpun untuk mengunjunginya. Akan tetapi pastikan jika sudah ke Jogja jangan lupa singgah ke tempat ini meskipun hanya sebentar dan mengabadikan beberapa jepretan foto.

Tanpa adanya Tugu Jogja, semangat kebersamaan untuk melawan penjajah di masa lalu tidak akan sebesar itu. Tugu ini merepresentasikan ajakan untuk menjadi warga negara sebaik yang bisa dilakukan dengan segala usaha dan tenaga. Tentunya tidak mudah mempertahankan bangunan maupun filosofi dari objek wisata ini. Tetapi bukan tidak mungkin sebagai warga negara sekaligus masyarakat yang cinta tanah air dilakukan berbagai cara untuk bisa semakin maju. Itulah yang diinginkan Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai pendiriri bangunan ini.

Comments 0

Leave a Comment